
Didirikan
pada tahun 1927, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah Universitas Islam
Negeri tertua dan paling bergengsi di Indonesia, yang berada di bawah
Kementerian Agama (Kemenag). Ini adalah “jendela islam di Indonesia” dan simbol
pembangunan nasional, khususnya pembangunan sosial-keagamaan.
UIN
Jakarta membuka 13 program studi sosial dan eksakta untuk mengintegrasikan
pengetahuan umum dan agama dengan ajaran islam. Fakultas Psikologi kemudian
dibuka pada tahun 2001.
Pusat
Psikologi Kesehatan Fakultas Psikologi UIN Jakarta bertujuan untuk melakukan
penelitian dan mengembangkan program terapan tentang keterkaitan antara aspek
psikologis, sosial, budaya, dan sipiritual-keagamaan dengan kesehatan bagi
seluruh anggota masyarakat , baik secara nasional maupun global.
Tim Kami
Ketua Pusat Psikologi Kesehatan
Dr. Risatianti Kolopaking, M.Si., Psikolog
Penelitian
Dr. Risa berfokus pada pendekatan bio-psiko-sosial-spiritual untuk meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dalam kognisi, perilaku gizi, dan
lingkungan belajar. Dia juga terlibat dalam pengembangan, implementasi, dan
evaluasi berbagai program pendidikan psikososial untuk orang tua, guru, dan
profesional perawatan kesehatan untuk mempromosikan gaya hidup kesehatan fisik
dan mental yang berimbang.
Tautan
Penelitian:
Research Gate
Orcid.org
Luh Putu Suta Haryanthi, Ph.D.,Psikolog
Penelitian
Ryanthi berfokus pada pengembangan dan evaluasi intervensi digital, program
manajemen diri, intervensi kesehatan spiritual, atau psikoterapi untuk
meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi orang-orang dengan kondisi
penyakit jangka panjang, terutama kanker. Ia juga aktif dalam mempromosikan
kesehatan mental di komunitas Indonesia. Motonya adalah hidup yang bermakna.
Tautan
Penelitian:
Research Gate
h4c.org.uk
Dr. Zulfa Indira Wahyuni
Penelitian
Dr. Zulfa berfokus pada pengasuhan dan keterlibatan ayah dalam perkembangan
anak usia dini. Ia mengeksplorasi bagaimana hubungan antara orang tua dan anak,
khususnya peran ayah, mendukung perkembangan anak. Pendekatannya
mengintegrasikan perspektif psikologis dan spiritual–religius untuk memperkuat
kesehatan mental berbasis keluarga serta praktik pengasuhan.